Tugas Koneksi Antar Materi Modul 1.4
Koneksi Antar Materi Modul 1.1. sampai Modul 1.4.
Uswatun Nazilah
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surbaya
Angkatan 11 Surabaya
Refleksi Pengalaman dan materi yang telah saya mempelajari pada modul 1.4.Saya telah mempelajari materi budaya positif antara lain disiplin positif, motivasi, hukuman, penghargaan, keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia, 5 posisi kontrol dan segitiga testitisi.
Pada penerapan disiplin positif, teori kontrol sebagai penghukum, membuat rasa bersalah, sebagia teman, sebagai pemantau dan sebagai manager, teori motivasi yang dibagi menjadi 3 yaitu motivasi untuk menghindarai ketidaknyamanan/ hukuman. motivasi mendapatkan imbalan / pujian dan motivasi instrinsik yang muncul dari dalam diri peserta didik tersebut untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik, teori kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan kebebasan, kebutuhan kesenangan, kebutuhan penguasaan, kebutuhan rasa kasih sayang dan diaakui. Selain itu saya juga mempelajari tentang perbendaan antara peraturan universal, kesepakatan kelas dan cara membuat keyakinan kelas yang disepakasi bersama oleh warga kelas. saya juga mempelajari tentang segitiga restitusi dimana dalam pelaksanaannya terdapat tiga tahapan yaitu menstabilkan identitas, menvalidasi kesalahan dan menanyakan keyakinan.
Pada awal mempelajari modul 1.4 saya merasa teori ini sangat banyak yang perlu saya pelajari. Setelah saya membaca berkali - kali dan saya pahami sedikit - semi sedikit, saya merasa selama ini yang saya pahami adalah penerapan kontrol pemantau dengan menggunakan konsekuensi yang sering saya lakukan. Saya merasa posisi tersebut sudah cukup untuk membentuk disiplin positif peserta didik dan saya juga merasa posisi penghukum merupakan jalan yang tepat untuk mendisiplinkan peserta didik. Nnamun setelah memahami materi ini saya meyakini penerapan segitigas restitisi pada posisi manager sangat tepat dalam menerapkan disiplin positif sehingga dapat membangun karakter peserta didik serta terciptanya budaya positif sesuai nilai - nilai kebajikan yang telah tertuang pada 6 elemen Profil Pelajar Pancasila.
Saya merasa cara berfikir saya berubah setelah mempelajari materi ini. saya juga mengetahui dampak negatif jangka panjang pada penerapan kontrol sebagai penghukum akan mengakibatkan luka yang cukup fatal pada perkembangan peserta didik. Saya berusaha menerapkan segitiga restitusi pada kelas saya. saya merasa ada perubahan yang lebih baik pada sikap peserta didik saya. Mereka lebih berani mengutarakan pendapatnya. lebih terbuka dan lebih percaya bahwa guru merupakan orang tua bagian dari kehidupannya yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalah. serta mereka lebih menyadari setiap tanggung jawab belajarnya sebagai siswa
Beberapa pengamalan saya menerapkan segitiga restitisi pada beberapa kasus yang telah saya temui pada peserta didik. Hal yang membuat saya tertarik dan tidak terduga adalah penerapan kalimat - kalimat segitiga restitusi pada anak usia kecil (kelas 1 - 3) dengan penerapan pada anak usia (4 - 6) sangat berbeda. Saya merasa penerapan segitiga restitusi ini berhantung pada komunikasi dengan peserta didik. tidak jarang butuh waktu yang lebih lama untuk membuat peserta didik bercerita dengan terbuka agar guru dapat memahami motivasi dan kebutuhan sadar peserta didik yang ingin dipenuhi anak tersebut.
Saya merasa bersyukur dapat mengetahui dan dapat menerapkan materi budaya positif ini lebih cepat sehingga dapat menjadi pedoman saya dalam membentuk ekosostem budaya positif di kelas maupun di sekolah. Saya menjadi lebih peka terhadap masing - masing individu untuk mengetahui kebutuhan dasar apa yang belum mereka dapatkan. Saya senang peserta didik saya mempercayai saya untuk mereka mencurahkan masalah mereka. dengan demikian saya dapat membantu dan menfasilitasi mereka dalam menemukan solusi, Hal yang ingin saya tingkatkan adalah kemampuan sebagai pendengar yang bijak bagi meserta didik saya. Akhirnya saya tertarik mempelajari perkembangan psikologi anak, dengan memahami kondisi Psikologis anak maka guru juga dapat memberikan respon positif yang berbeda pada setiap kasus yang dialami setiap anak bergantung pada permasalahan peserta didik
Saya juga sangat bersyukur bahwa selama saya mengajar di SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya saya tidak menemukan guru yang menggunakan posisi penghukum pada penanganan masalah peserta didik. Yang sering saya temui di sekolah adalah guru - guru di sekolah menggunakan posisi pemantau dalam penanganan masalah peserta didik. Sebagian kecil telah menggunakana posisi manager. Namun dengan adanya pendidikan guru penggerak dan terdapat dua guru yang sedang mengikuti pendidikan sehingga kami berkesempatan berbagi dan menyampaikan teori penerapan segitiga restitisu. Dengan harapan semua guru di sekolah kami mendapatkan pencerahan tentang penerapan segitiga restitusi yang tepat. sehingga semua guru bersama - sama membentuk budaya positif dengan menerapkan keyakinan kelas, menggunakan segitiga restitusi secara konsisten sampai terbangun karakter positif pada diri peserta didik yang diterapkan baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan sekitar.
Koneksi antar materi 1.4
modul 1.1 filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa proses pembelajaran terpusat pada pesera didik. Guru sebagai among menuntun perkembangan peserta didik sesuai kodrat zaman dan kodrat alam. serta menfasilitasi peserta didik berkembang sesuai kodratnya
modul. 1.2 Nilai dan peran guru penggerak. Dalam menuntun peserta didik berkembang sesuai kodratnya, guru harus menerapkan nilai dan peran guru penggerak. Guru berperan sebagai pemimpin pembelajaran, berinovasi dalam mengembangkan proses pembelajaran, Mandiri mengembangkan kompetensi diri serta memanfaatkan refleksi sebagai cermin, menambah wawasan dan meningkatkan pembelajaran yang bermakna
modul 1.3 Visi dan Prakarsa Perubahan guru penggerak. Dalam menerapkan nilai dan memerankan peran guru penggerak, guru harus menentukan visi sebagai target dan tujuan sekolah. Untuk melaksanakan visi yang dirancang, guru penggerak memanfaatkan metode inquiry apresiatif untuk membuat prakarsa perubahan dengan menggunakan metode BAGJA. Fokus pada peningkatan dan menggalih hal - hal positif yang ada di sekolah.
modul 1.4 budaya positif. Untuk melaksanakan prakarsa perubahan dengan menfokuskan pada hal postif, maka guru harus bisa menciptakan situasi / kondisi yang dapat membentuk budaya - budaya positif di kelas / di sekolah sesuai nilai - nilai kebajikan yang tertuang dalam profil Pelajar Pancasila. Dalam menciptakan budaya positif, guru membantu peserta didik menumbuhkan motivasi instrinsik serta menerapkan disiplin positif. Penerapan disiplin positif dilakukan dengan penyusunan keyakinan kelas / sekolah bersama peserta didik serta menjadi keyakinan setiap peserta didik di setiap aktivitas. Selama proses penerapan disiplin positif, guru harus memposisikan diri sebagai manajer, mengacu pada langkah - langkah segitiga restitusi serta dibarengi dengan memahami kerterpenuhan kebutuhan dasar siswa.
Dengan demikian akan terwujud paradigma perubahan pendidikan Indonesia yang lebih baik

Komentar