hati yang hampa
Dear Diary
Sebanarnya aku tahu betul bahwa tidak ada orang lain yang layak untuk dijadikan andalan, jika kita dalam kondisi terpuruk. hanya Allahlah semata yang menjadi andalan manusia.
di titik 16 September. aku merasa menyesal telah mengandalkan orang lain. ternyata saat kita mengandalkan orang lain maka ada hal yang perlu dibayarkan atas hal tersebut. walaupun dia adalah orang terdekat kita.
ternyata tidak setulus itu. entah tulus atau tidak, tp aku merasa malu jika harus dibongkar di depan orang lain. kata orang efek bullying itu sangat traumatis.
hari kejadian tersebut. aku berjanji tidak akan mengandalkan siapapun selagi aku bisa mengerjakan sendiri. walaupun harus tertatih - tatih, tapi aku tidak perlu membuat orang lain merasa report dan setengah hati saat membantuku.
hatiku belum tenang masih berkecamuk, di tambah lagi. evaluasi diri
sebenarnya evaluasi diriku sangat tanggap. memang di titik ini aku belum bisa memanajemen diriku dan kinerjaku. dan aku mulai memilah mana yang harus aku kerjakan mana yang tidak ku kerjakan.
selama ini orang lain menyampaikan dengan gamblang bahwa caraku tepat, namun ternyata di balik itu semua, mereka mengadu. kenapa tidak harus langsung disampaikan padaku.
memang sampai detik ini aku masih belum punya kepedean dalam berkomunikasi dan aku juga merasa circleku belum bisa menerima keberadaanku selama ini.
niatku hanya meningatkan mereminder tugasnya, namun mungkin aku yang belum punya kepekaan diri terhadap situasi. aku berusaha tetap tegar di depan namun hatiku sakit, kenapa tidak disampaikan didepanku.
Ya Allah bagaimana caranya agar aku tidak merasa baper, bagaimana caranya mengolah emosiku, dan bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam komunitasku,
aku merasa berada di komunitas yang salah
tp inilah amanah. bagaimanapun aku harus menjalankan amanah dengan baik
saya merasa kanan kiri salah
Ya Allah Tolong mudahkan setiap urusan hamba, saya sadar bahwa ini adalah proses ujian untuk meningatkan derajat, agar aku bisa memperbaiki lebih baik lagi
Rencana tindak lanjut yang akan aku lakukan :
1. fokus pada anak di rumah,
2. tidak akan meminta bantuan orang lain untuk hal yang bersifat individu
3. tidak mereminder tugas teman2,
4. tidak mengubah mood teman2
5. tidak perlu lagi obrak - obrak
6 pada intinya semua orang ingin dihormati, aku sadar mungkin aku selama ini tidak menghargai mereka sebagai relasi
Komentar